Sabtu, 21 September 2013

Differentiation & Positioning

Differentiation

Pada dasarnya diferensiasi adalah tindakan merancang satu set perbedaaan yang berarti untuk membedakan penawaran perusahaan dari penawaran pesaing (Kotler, 1997). Diferensiasi dapat dilakukan melalui lima dimensi berikut ini :

a. Diferensiasi Produk, membedakan produk utama berdasarkan keistimewaan, kinerja, kesesuaian, daya tahan, keandalan, kemudahan untuk diperbaiki, gaya dan rancangan produk.

b. Diferensiasi Pelayanan, membedakan pelayanan utama berdasarkan kemudahan pemesanan, pengiriman, pemasangan, pelatihan pelanggan, konsultasi pelanggan, pemeliharaan dan perbaikan.

c. Diferensiasi Personil, membedakan personil perusahaan berdasarkan kemampuan, kesopanan, kredibilitas, dapat diandalkan, cepat tanggap dan komunikasi yang baik.

d.  Diferensiasi Saluran, langkah pembedaan melalui cara membentuk saluran distribusi, jangkauan, keahlian dan kinerja saluran-saluran tersebut.

e.  Diferensiasi Citra, membedakan citra perusahaan berdasarkan perbedaan identitas melalui penetapan posisi, perbedaan lambang dan perbedaan iklan.

Contoh kasus : Yamaha Mio
                       Yamaha meluncurkan motor skutik Mio, menyerang Honda dengan membidik bagian pasar yang tidak terlayani. Jurus inilah yang dipakai Yamaha Mio, yang semula para kompetitornya mengabaikan pasar motor bebek untuk kalangan perempuan. Langkah ini ternyata membuahkan hasil karena menangkap kebutuhan konsumen dari kalangan wanita yang mendambakan motor bebek yang sesuai bagi wanita. Perkembangan berikutnya bahkan tidak hanya perempuan yang suka mengendarai skutik Mio, bahkan para laki-laki pun kini juga suka terutama di kota besar yang jalanannya sering macet, karena automatis maka tidak perlu ganti persnelling.
Kesimpulan : Dengan jeli memetakan segmen pasar serta menerapkan inovasi tinggi, maka kita selain bisa menembus pasar yang telah jenuh, bahkan bisa menciptakan peluang terciptanya pasar baru, yaitu penguasaan ruang pasar yang tidak diperebutkan sehingga membuat persaingan menjadi tidak relevan.

Positioning

Membangun image, citra, persepsi  yang terbentuk di benak seorang konsumen dari sebuah nama perusahaan atau produk, bagaimana sebuah produk dimata konsumen yang membedakannya dengan produk pesaing (Top Of Mind).

Contoh Kasus : Kratingdaeng
Produk Kratingdaeng merupakan produk liquid menggunakan kemasan botol kecil  netto 125 ml.  setiap kemasan mengandung berbagai multivitamin seperti vitamin B, taurin, inostol, caffeine, calcium pantothene, nicotinamide, tartrazine, dan lain-lain.  Dan konsumen tidak mau mengkonsumsinya tanpa mengetahui manfaat dan efek sampingnya yang dapat merugikan kesehatan. Dari contoh produk yang tersedia, kratingdaeng memberikan manfaat untuk manambah vitalitas.  Kratingdaeng cenderung lebih unggul dibandingkan merek sejenis pada unsur rasa, kandungan dan efeknya pada kebugaran tubuh pada akhirnya perilaku konsumen sebagai pengguna minuman tersebut.
dari contoh produk itu membuktikan bahwa strategi positioning sangat berpengaruh terhadap pengenalan produk, mengenai informasinya, manfaatnya, kelebihannya dari produk lain. sehingga timbul kesan tertentu pada benak konsumen, dan konsumen jadi lebih mengingat produk tersebut.

Kotler, Kartajaya, Huan dan liu, 2003 menyatakan positioning sebagai suatu strategi untuk membangun kepercayaan, keyakinan konsumen. Dalam mengkomunikasikan positioning sebuah produk perusahaan harus memperhatikan faktor-faktor di bawah ini:

1. Be creative
Be craetif maksudnya adalah bahwa perusahaan harus kreatif untuk mencuri perhatian konsumen atau target market.
2. Simplicity
Simplicity maksudnya adalah komunikasi yang disampaikan harus sesederhana dan sejelas mungkin
3.Consistent yet flexible
Consistent yet flexible maksudnya adalah perusahaan harus konsisten dan melihat kondisi.
4.Own, dominate, protect
Own, dominate, protect maksudnya adalah dalam komunikasi perusahaan harus memiliki satu atau beberapa kata ampuh di benak pelanggan
5.User their language
User their language maksudnya adalah dalam mengkomunikasikan positioning perusahaan harus menggunakan bahasa pelanggan.


Sumber:

Rabu, 11 September 2013

"KOPER" KOmunikasi PEmasaRan

Assalamualaikum….
Apa kabar teman-teman..? Ketemu lagi nih sama mimin yang keceh..;)
Kali ini kita akan ngebahas tentang KoPer..
apa sih KoPer itu min..?
KoPer itu Komunikasi Pemasaran..
Pengen tau lebih lanjut tentang KoPer..? yuuukk… cekidot..:)
Menurut Djasmin Saladin (2001; 123) Komunikasi Pemasaran adalah
aktivitas yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi
dan membujuk atau mengingatkan pesan sasaran atas perusahaan
dan produknya agar bersedia menerima, membeli loyal pada
produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan.
Penerapan KoPer  pada Dunia Industri Grafika
Salah satu hal yang di terapkan dalam KoPer ialah Promosi.
Apa sih Promosi itu? | oh…itu loh yang suka ngasih-ngasih brosur dipinggir jalan.
Promosi itu ialah suatu upaya yang dilakukan oleh sebuah perusahaan untuk menarik perhatian konsumen terhadap produk yang di jual.
Yap! Bener banget …brosur juga merupakan suatu media promosi.
Selain brosur, media promosi juga bisa melalui social media, jarkom via SMS,  sales yang keliling-keliling rumah untuk dapetin pelanggan, dsb.

Naahh..!! sampai disini dulu ya mimin jelasin tentang KOPER nya…nanti mimin sambung lagi kalau ada revisi baru..
Terimahkasih udah mampir di Blog mimin yang keceh..:)
Wassalamualaikum..:)

Sumber:

Rabu, 04 September 2013

Dasar - Dasar Marketing

Dasar – Dasar dalam Marketing
Yang dimaksud dengan marketing adalah keseluruhan sistem dari kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan produk, menetapkan harga, mempromosikan produk dan mendistribusikan barang yang bertujuan untuk memuaskan konsumen. Ada juga yang berpendapat bahwa marketing merupakan proses penyusunan komunikasi terpadu yang bertujuan untuk memberikan informasi mengenai barang atau jasa dalam kaitannya dengan memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia.
Dalam menjalani dunia bisnis agar tetap berjalan dan hidup makandibutuhkn keseriusan dan ketekunan.
Menurut Lukas E. Wirryabrata, ada 3 dasar ilmu marketing yaitu:
1.       Positioning
Bagaimana kita memposisikan diri kita sebagai pemilik bisnis terhadap konsumen. Ataupun sebaliknya, bagaimana konsumen memandang bisnis kita.
2.       Differentiation
Di pasaran banyak sekali jenis-jenis bisnis barang taupun jasa yang sejenis. Nah,  sekarang bagaimana dan hal apa saja yang membuat bisnis kita berbeda dipasaran. Maksudnya disini bagaimana jenis bisnis kita dapat menonjol/  mencolok dibandingkan dengan jenis bisnis yang serupa. Disinilah dinilai keunikan bisnis kita.  Agar bisnis kita tidak tenggelam di pasaran.
3.       Branding
Pemilihan logo,  nama,  slogan menjadi senjata terakhir agar konsumen dapat mengingat kita dengan mudah,  sehingga diperlukan keserasian antara nama, logo dan usaha yang kita jalani. Untuk itu pemilihan nama tidaklah sembarangan,  agar konsumen dapat mengenali siapa kita dan apa bisnis kita melalui sebuah nama
Dalam marketing ada 4 komponen dasar yang wajib dikuasai oleh seorang marketing, komponen tersebut biasa disebut Marketing Mix(4P).
Marketing Mix (4P) :
1.       Product
Menguasai barang dagangan yang dijual,baik keunggulannya,spesifikasinya,dan hal-hal lain yang berhubungan dgn produk tersebut.
2.       Price
Menguasai berapa harga barang tersebut, harga jualnya, keuntungan yang bisa diraih, dll
3.       Promotion
Bisa mempromosikan/ memperkenalkan produknya kepada semua orang, agar orang lain tertarik untuk membeli.
4.       Place
Seorang marketing yg pandai, tahu dimana ia harus melakukan trik-trik tertentu. Juga tahu tempat/sasaran yang dituju, dimana produknya akan laku dijual.

 Sumber: